Cara Mengarang yang Efektif

Diposting oleh Label: Pada

Ketika kita mulai menulis sebuah karangan tidak jarang terkendala oleh berbagai persoalan mengarang. Bukankah begitu? Salah satu kendalanya adalah cara menghasilkan karangan yang efektif. Untuk itu, pada tulisan ini saya persembahkan kepada para pembaca tentang tips cara mengarang yang efektif.

Sebelum melanjutkan ke persoalan pokok, alangkah baiknya mengenal terlebih dahulu tentang unsur-unsur mengarang. Mengarang sebagai kegiatan mengungkapkan gagasan melalui bahasa tulis meliputi 4 unsur berikut:
1.      Gagasan
Gagasan ini dapat berupa pendapat, pengalaman atau pengetahuan yang dimiliki seseorang.
2.      Tuturan
Dalam kepustakaan teknik mengarang telah lazim dibedakan empat bentuk tuturan. Adapun empat bentuk tuturan yang dimaksud yaitu:
a.       Penceritaan (narasi)
Narasi mengungkapkan suatu peristiwa/pengalaman dalam kerangka urutan waktu kepada pembaca.
b.      Pelukisan (deskripsi)
Deskripsi mengungkapkan berbagai keadaan, sifat, kondisi suatu benda yang dilihat, didengar, atau dirasakan oleh pengarang. Misal pemandangan indah, lagu merdu dsb.
c.       Pemaparan (eksposisi)
Eksposisi menyajikan fakta-fakta secara teratur, logis, dan terpadu bermaksud memberi penjelasan kepada pembaca mengenai suatu ide, persoalan, proses, atau peralatan.
d.      Perbincangan (argumentasi)
Bentuk pengungkapan dengan maksud meyakinkan pembaca agar mengubah pikiran, pendapat, atau sikapnya sesuai dengan yang diharapkan oleh pengarang.
3.      Tatanan
Tatanan dalam arti yaitu tertib pengaturan dan penyusunan gagasan dengan mengindahkan berbagai asas, aturan, dan teknik sampai merencanakan rangka dan langkah.
4.      Wahana
Ini ialah sarana penghantar gagasan berupa bahasa tulis yang terutama menyangkut kosa kata, gramatika, dan retorika (seni memakai bahasa secara efektif).

A.    Asas-Asas Mengarang yang Efektif

Ada 3 asas utama dalam mengarang yang efektif. Tiga asas itu dalam bahasa Inggris dikenal dengan 3C, yaitu clarity (kejelasan), conciseness (keringkasan), dan correctness (ketepatan).
1.      Kejelasan
Kejelasan dalam arti tulisan tidak mungkin disalah tafsirkan oleh pembaca, tidak samar-samar, tidak kabur sehingga setiap butir ide yang diungkapkan seakan-akan tampak nyata oleh pembaca.
2.      Keringkasan
Ini mengandung bahwa suatu karangan tidak menghaburkan kata-kata secara semena-mena, tidak mengulang-ngulang butir ide yang dikemukakan, dan tidak berputar-putar dalam menyampaikan suatu gagasan dengan berbagai kalimat yang berkepanjangan.
3.      Ketepatan
Asas ketepatan mengandung ketentuan bahwa suatu penulisan harus dapat menyampaikan butir-butir gagasan kepada pembaca dengan kecocokan sepenuhnya seperti yang dimaksud oleh penulisnya.
Selain 3 asas utama itu, para pakar keterampilan menulis pada umumnya sepakat masih terdapat 3 asas mengarang lainnya yang perlu diindahkan agar dapat dihasilkan karangan yang baik. Ketiga asas itu ialah unity (kesatupaduan), coherence (pertautan), dan emphasis (penegasan). Sehingga, dalam pandangan saya, asas mengarang yang efektif ada enam.
4.      Kesatupaduan
Asas ini mengadung bahwa segala hal yang disajikan dalam suatu karangan perlu berkisar pada satu gagasan pokok atau tema utama yang telah ditentukan. Selanjutnya dalam setiap alinea hanya dimuat satu butir informasi yang berkaitan dengan gagasan pokok yang didukung  dengan berbagai penjelasan yang bertalian dan bersifat padu.
5.      Pertautan
Asas ini menetapkan bahwa dalam suatu karangan bagian-bagiannya perlu “melekat” secara berurutan satu sama lain.
6.      Penegasan
Asas penegasan dalam mengarang menetapkan bahwa dalam sesuatu tulisan butir-butir informasi yang penting disampaikan dengan penekanan atau penonjolan tertentu sehingga terkesan kuat pada pikiran pembaca.

B.     Langkah Penulisan Garis Besar Karangan
Secara rirngkas proses ide induk mejadi garis besar karangan menempuh enam langkah yang berikut:
1.      Menemukan ide pokok
Ide pokok misalnya tentang pencemaran lingkungan
2.      Mengembangkan ide pokok ke dalam rincian-rincian ide
Misalnya:
Ide pokok = pencemaran lingkungan
Rincian ide = definisi pencemaran lingkungan, macam-macam pencemaran lingkungan, akibatnya dsb.
3.      Memilih salah satu ide untuk dijadikan topik karangan
Ide pokok tentang pencemaran lingkungan sangat banyak, sehingga dipilih salah satu topik karangan. Misalnya pencemaran sungai saja.
4.      Membatasi topik dengan sebuah atau beberapa tema
Misalnya topik polusi sungai itu akan dibahas saja akibat-akibat buruknya bagi penduduk di tepi sungai, penduduk desa di Indonesia sebagai fokusnya.
5.      Merumuskan kalimat ide pokok dari karangan yang akan ditulis
Misalnya dirumuskan pernyataan sebagai berikut
Pencemaran sungai yang ditimbulkan dari pembuangan limbah  oleh industri-industri kimia membawa akibat-akibat  membahayakan bagi penduduk desa Indonesia dewasa ini yang masih mandi, mencuci, dan memperoleh pencaharian di sungai-sungai.
6.      Mengurai kalimat ide pokok menjadi garis besar karangan
Garis besar karangan bersifat sementara yang dapat dirancang, misalnya sebagai berikut:
1.      Pengantar
2.      Pengertian Polusi
a.       Menurut sebuah ensiklopedia lingkungan hidup
b.      Menurut ahli A
c.       Menurut ahli B
d.      Rangkuman atau kesimpulan
3.      Ruang Lingkup Polusi Sungai
a.       Macam-macam polusi yang dikenal
b.      Ciri-ciri polusi sungai
c.       Penjelasan berbagai segi lainnya
4.      Sumber Polusi Sungai
a.       Limbah industri
b.      Kemungkinan sumber lainnya
5.      Bahaya Polusi Sungai terhadap Penduduk Desa
a.       Dampak kebersihan
b.      Dampak kesehatan
c.       Dampak lainnya
6.      Pemecahan Masalah
a.       Berbagai langkah yang dapat ditempuh
b.      Saran dari penulis

C.    Teknik dan Ciri Penulisan yang Jelas
Suatu karangan yang jelas sekurang-kurangnya mempunyai empat ciri berikut:
1.      Mudah
Karangan itu mudah dimengerti oleh pembaca. Setiap orang menyukai karangan yang dapat dipahaminya tanpa susah payah.
2.      Sederhana
Karangan yang jelas tidak berlebih-lebihan dengan kallimat-kalimat dan  kata-kata.
3.      Langsung
Tidak berbelit-belit ketika menyampaikan pokok persoalannya.
4.      Tepat
Karangan yang jelas ialah ia dapat melukiskan secara betul ide-ide yang terdapat dalam pemikiran penulis.
Untuk menghasilkan karangan yang jelas, seorang penasihat dan tokoh pelopor penulisan yang jelas Robert Gunning (The Technique of Clear Writing, 1952) mengemukakan sepuluh pedoman yang berikut.
1.      Usahakan kalimat-kalimat yang pendek
2.      Pilihlah yang sederhana ketimbang yang rumit
3.      Pilihlah kata yang umum dikenal
4.      Hindarkan kata-kata yang tidak perlu
5.      Berilah tindakan dalam kata-kata kerja.
Contoh: bola itu menjebol gawang lawan :  lebih bertenaga.
            gawang lawan kemasukan bola itu : kurang bertenaga.
6.      Menulislah seperti bercakap-cakap
7.      Pakailah istilah-istilah yang pembaca dapat menggambarkannya
Contoh: “factory town“ (kota dengan banyak pabrik) : lebih mudah ditangkap artinya dari pada “industrial community” (masyarakat industry).
8.      Kaitkan dengan pengalaman pembaca
Karangan yang jelas ialah bilamana dapat dibaca dan dipahami pembaca sesuai dengan latar belakang pemahamannya.
9.      Manfaatkan sepenuhnya keanekaragaman
Karangan tidak boleh senada, datar, dan sepi sehingga membosankan pembaca. Harus ada variasi dalam kata, frasa, kalimat maupun ungkapan lainnya.
10.  Mengaranglah untuk mengungkapkan, bukan untuk mengesankan
Maksud utama mengarang adalah mengungkapkan gagasan dan bukannya menimbulkan kesan kepada pihak pembaca mengenai kepandaian, kebolehan, atau kehebatan diri penulisnya.
Sebagian Teks diambil dari:
Gie, The Liang, Terampil Mengarang, Yogyakarta: ANDI OFFSET, 2002.


Posting Komentar
Jika Anda memiliki pertanyaan, kritik, dan saran dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar di bawah ini. Pertanyaan, saran, dan kritik yang konstruktif dari Anda sangat berharga bagi saya.

Back to Top